- " Di suatu ke heningan malam qu duduk seorang diri menatap langit yang penuh dengan cahaya bintang, qu teringat di saat masalalu masa masa yang sangat indah masih berpacaran, sampai ke pelaminan cukup sudah ke bahagian ku lengkap dengan harapan smoga rumah tanggaku bahagia kelak, selang satu tahun kondisi rumah tangga ku mulai terguncang, dan aqu melihat sikap suami qu mulai berubah dan sering bersikap kasar terhadap istri , apakah ini suatu pertanda bahwa rumah tanggaku lagi di uji sama yang maha kuasa, apalagi di sisi lain ada pihak ketiga wanita yang mau merebut suamiku,
" ya allah" cobaan apalagi yang engkau berikan kepada hamba mu yang lemah ini, kuatkan hati hamba dalam menjalani biduk rumah tangga ini , dan tabahkanlah hati hamba suamiku yang ringan tangan suka memukul di tambah ekonomi mulai memburuk, aqu terpuruk dalam kesedihan yang berlarut larut,
" qu coba untuk mempertahankan rumah tangga ku aqu sudah tidak sanggup untuk menjalani ini semua, ingin rasanya aqu pisah dengan suami ku dan bercerai, tapi bagaimana dengan anak anakku dia masih membutuhkan kasih sayang seorang ibu, ya allah berilah hamba suatu jalan yang terbaik buat hamba mu agar masalah qu bisa terselesaikan, di sisi lain suami ku tidak mau bercerai dan seandai nya bercerai pun suami ku tidak mau tanda tangan, apa yang harus aqu lakukan,
" ingin rasanya aqu lari dari kenyataan, suami ku mulai malas untuk mencari nafkah dan tidak begitu bertanggung jawab kepada istri maupun anak anak, aqu kerja membanting tulang demi anak malah sebalik nya suami mengandalkan istri cari nafkah, kalao saja kedua orang tua qu dan nenek yang merawat aqu sejak kecil masih hidup mungkin aqu bisa mencurahkan semua isi hatiku padanya, aqu baru tau bahwa sifat suami ku yang egois dan angkuh tak pernah mau memperdulikan ke adaan istri dan anak anak,
" aqu sudah banyak berkorban untuk anak dan suami ku banting tulang siang malam mencari nafkah tapi inikah balasan nya suami tak mau perduli sebagaimana layak nya suami yang lain bertanggung jawab, ingin rasanya aqu menjerit , berteriak, menangis sejadi jadinya, ya allah ini rasa nya tidak adil bagi qu, engkau berikan cobaan yang begitu berat, dua puluh tahun sudah aqu berumah tangga tapi aqu tidak pernah merasakan kebahagian dari suami ku,
- " hanya isak tangis yang aqu rasakan hati bagai tersayat , pilu, sedih dan ada rasa dendam pada suami yang selalu kerap menyiksa qu tapi apa daya aqu tidak bisa berbuat apa apa, terkadang terlintas dalam benak qu lebih baik aqu memilih jalan hidup qu sendiri, tapi apa daya aqu tak tega kuwatir anak anak qu terlantar. aqu pasrah seandainya aqu harus berpisah aqu akan terima dengan lapang dada, aqu selalu berdoa ya allah sadarkanlah suami qu agar dia bisa kembali seperti dulu lagi, aqu telah gagal menjalani rumah tangga yang telah lama aqu bina. ya allah maafkanlah aqu dan aqu tetap sabar dan tawakal menghadapi semua ini, aqu ingin menjadi ibu yang tegar buat anak qu, ya allah lindungilah anak anak qu semua, smoga mereka menjadi anak yang berguna kelak dan berbakti kepada orang tua, ya allah sadarkalah suami hamba, dengan ketikan tangan qu ini kabulkanlah doa hamba, hanya kepadamu lah hamba memohon dan berserah diri di hadapan mu ya allah engkaulah yang maha tau segalanya yang nyata maupun yang tersembunyi,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar